Nov 25
Para Dulur,
Menidaklanjuti himbauan Pemerintah kita dalam penghematan energi, banyak cara yang bisa kita lakukan. Selain bijak dalam menyalakan peralatan listrik yang ada dirumah, kita dapat melakukan penggunaan peralatan-peralatan yang hemat energi, salah satunya adalah lampu TL bertipe LED ini. Mungkin untuk para Dulur yang maniak menggunakan lampu jenis ini, tentu penggunaan lampu TL bertipe LED dapat menjadikan solusi untuk berhemat energi di rumah.
Lampu ini diklaim mempunyai keunggulan sebagai berikut :
- Umur pemakaian yang panjang hingga 50.000+ jam (5+ years)
- Lebih menghemat pemakaian listrik
- Kuat, tahan getaran
- Dapat bekerja tanpa membutuhkan ballast
- Menghasilkan sedikit panas
- Mudah dipasang
- Tegangan kerja 165 – 245V AC
Sayang, sumber tidak menyantumkan harganya hanya dibilang CALL. Untuk memesan produk ini para Dulur dapat menghubungi langsung kontaknya di bawah ini:
Nama : Tn. Fauzi [Penjualan]
E-mail: mfauzi@ptkds .com
YM!: fauzi_ptkds
Nomer Telpon: 62 – 21 – 3503208 – 3503261
Nomer Faks: 62 – 21 – 3503261
Alamat: Jl. Tanah Abang 1 N0. 27B, Jakarta 10160, Indonesia
Salam semanis madu!
Nov 12
Para Dulur,
Saat ini khususnya di area Palembang dan sekitarnya, sudah mulai ‘musim’ mati lampu selain musim hujan dan musim buah mangga. Ada yang sesaat, ada yang beberapa jam. Kadang pagi, kadang siang, kadang malam dini hari pada saat kita sedang terlelap tidur. Sehingga kadang gelagapan mencari lampu senter atau lilin, beruntunglah para Dulur yang telah membeli lampu emergensi. Karena saat mati lampu, secara otomatis sudah ada penerangan dan tidak perlu mencari-cari lagi lampu pengganti.
Menyikapi sudah mulai sering mati lampu ini, kami sangat menghimbau kepada para Dulur untuk berhati-hati dengan penerangan pengganti saat padamnya aliran listrik seperti lilin dan lampu minyak. Kejadian-kejadian yang ditayangkan oleh beberapa stasiun televisi dengan berita terjadinya kebakaran akibat lilin yang dipasang saat mati lampu, hendaklah perlu kita waspadai agar tidak terjadi di rumah kita atau di lingkungan sekitar kita.
Memang urusan listrik sudah jadi rahasia umum, jika negeri yang tercinta dan kayak akan sumber energi ini selalu dikatakan defisit energi listrik. Mau tidak mau kitapun harus menyikapinya dengan bijak, tidak perlu demo bersama-sama ke Perusahaan Listrik Negara (PLN). Yang harus kita lakukan mulai sekarang adalah hemat dalam menggunakan tenaga listrik. Peralatan listrik dan lampu-lampu yang tidak dipakai harus dimatikan.
Kembali ke masalah mati lampu aduh gelapnya ini, kami menghimbau masyarakat untuk mulai beralih ke lampu penerangan pengganti (jika mati lampu) ke bentuk lampu yang bukan terbuat dari lilin atau berbahan bakar minyak. Sehingga bahaya kebakaran bisa dihindari. Saat ini sudah mulai banyak di pasaran, lampu emergensi (lampu yang nyala sendiri saat listrik padam) dengan harga lumayan terjangkau. Harganya sekitar Rp 50rb. Dengan bentuk yang praktis dipasang langsung ke steker listrik dan dapat berfungsi juga sebagai lampu senter. Kemampuan bertahan lampu emergensi ini lumayan lama, di klaim sekitar 5 jam jika di charge secara penuh. Setidaknya saat mati lampu tidak terasa gelap lagi. Dan lagu “Mati lampu aduh gelapnya” pun akan berganti “Mati lampu adu indahnya”.
Penasaran, coba para dulur mampir ke alamat ini : Forecast Lighting (walau mungkin jenis lampu ini tidak pas dengan cerita kita tadi, tidak apa-apa kan?)
Salam semanis madu!
Sep 25
Para Dulur,
Heboh susu mengandung melamin di Cina, yang menyebabkan 53 ribu bayi sakit ginjal, akhirnya sampai juga ke Indonesia. Senin lalu, 22 September, Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari menarik susu bubuk merek Guozhen produksi Cina. Sehari kemudian, Badan Pengawas Obat dan Makanan mengeluarkan surat edaran agar Asosiasi Peretail Indonesia mengamankan 28 jenis makanan yang mengandung susu asal Cina.
Produk yang ditarik dari peredaran:
1. Jinwel Yougoo Susu Fermentasi Rasa Jeruk
2. Jinwel Yougoo Aneka Buah
3. Jinwel Yougoo tanpa rasa
4. Guozhen Susu Bubuk Full Cream
5. Meiji Indoeskrim Gold Monas Rasa Cokelat
6. Meiji Indoeskrim Gold Monas Rasa Vanilla
7. Oreo Stick Wafer
8. Oreo Stick Wafer (disebut 2 kali karena beda ukuran)
9. Oreo Cokelat Sandwich Cookies
10. M&M’s Kembang Gula Cokelat Susu
11. M&M’s Cokelat Susu
12. Snicker’s (biskuit-nougat lapis cokelat)
13. Dove Choc Kembang Gula Cokelat
14. Dove Choc
15. Dove Choc (disebut 2 kali karena ukuran berbeda)
16. Natural Choice Yoghurt Flavoured Ice Bar
17. Yili Bean Club Motcha Red Bean Ice Bar
18. Yili Bean Club Red Bean Ice Bar
19. Yili Prestige Chocliz
20. Yili Chestnut Ice Bar
21. Nestle Dairy Farm UHT Pure Milk
22. Yili High Calcium Low Fat Milk Beverage
23. Yili High Calcium Milk Beverage
24. Yili Pure Milk 205ml
25. Yili Pure Milk 1 L
26. Dutch Lady Strawberry Flavoured Milk
27. White Rabbit Creamy Candy
28. Yili Choice Dairy Frozen Yoghurt Bar (kembang gula)
HATI HATI !! WASPADALAH WASPADALAH !!
Jul 17
Assalamu’alaikum para Dulur,
Tanpa sengaja (karena selama ini saya tidak pernah memperhatikan tulisannya), saya melihat sebuah stiker kecil bertuliskan merah pada botol galon sebuah produk air minum sebuah merek ternama sebagai berikut :

maaf mereknya sudah saya hapus terlebih dahulu,
karena saya bukan mau promosi
Tentu saja sebagai pemilik botol galon (karena saya membeli, bukan mendapatkan gratis atau pinjaman dari si pemilik merek tersebut) menjadi gusar. Apalagi dengan menuliskan pasal segala (Pasal 9 Ayat 3 Kep. Memperindag No. 705/MPP/KEP/II/2003). Artinya tulisan ini seharusnya sudah ditempelin ke semua botol galon merek mereka sejak tahun 2003.
Pertanyaan saya: Pertama, apakah sanksinya jika saya mengisi galon tersebut dengan air yang bukan berasal dari pemilik merek tersebut? Bukahkah saya sudah menjadi pemilik botol galon, seharusnya saya berhak untuk melakukan apa saja terhadap botol galon tersebut.
Kedua, apakah si pemilik merek tidak malu dengan pelanggan setianya? Bukankah dengan adanya stiker ini dapat menyiratkan betapa “kuatir”nya si pemilik merek jika pelanggannya akan pindah ke lain hati dengan mengisi botol galon tersebut dengan air isi ulang dari sebuah depot yang ternyata memang lebih murah? (Rp. 3500 per tanggal 17 Juli 2008).
Dan saran saya, kata-kata yang tepat untuk ditempelkan di botol galon air kemasan anda tersebut adalah “Para pelanggan, demi menjaga kualitas air minum anda. Mohon untuk tidak mengisi botol galon ini dengan air selain dari kami.” Sebuah himbauan, bukan arogansi.
Wassalam.