<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>www.benakat.com &#187; Alam Ghaib</title>
	<atom:link href="http://benakat.com/category/alam-ghaib/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://benakat.com</link>
	<description>Laman Keluarga Besar Keturunan Puyang Merajo Santri</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Aug 2010 10:56:40 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Heboh Video Mata Malaikat di Langit</title>
		<link>http://benakat.com/2009/10/10/heboh-video-mata-malaikat-di-langit/</link>
		<comments>http://benakat.com/2009/10/10/heboh-video-mata-malaikat-di-langit/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Oct 2009 13:54:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dedy Karim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alam Ghaib]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://benakat.com/?p=341</guid>
		<description><![CDATA[Para Dulur,
Akhir-akhir ini kita sedang dihebohkan dengan rekaman video sepasang mata malaikat di langit. Banyak versi yang saya terima mengenai lokasi kejadiannya. Mulai dari &#8220;di Bandung Jawa Barat pasca gempa&#8221;, &#8220;di Padang Sumatera Barat sebelum gempa&#8221;, &#8220;di Solo saat ada angin puting beliung&#8221;, hingga &#8220;di Kuala Lumpur Malaysia saat ada angin ribut&#8221;. Belum ada penjelasan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Para Dulur,</p>
<p>Akhir-akhir ini kita sedang dihebohkan dengan rekaman video sepasang mata malaikat di langit. Banyak versi yang saya terima mengenai lokasi kejadiannya. Mulai dari &#8220;di Bandung Jawa Barat pasca gempa&#8221;, &#8220;di Padang Sumatera Barat sebelum gempa&#8221;, &#8220;di Solo saat ada angin puting beliung&#8221;, hingga &#8220;di Kuala Lumpur Malaysia saat ada angin ribut&#8221;. Belum ada penjelasan resmi mengenai hal ini mana kejadian yang sebenarnya. Namun diluar dari benar tidak nya apa yang terjadi, kita ambil saja hikmahnya untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT sang Maha Pencipta Segala Kejadian.</p>
<p>Berikut beberapa tampilan video yang saya ambil dari beberapa sumber:</p>
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="445" height="364" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/uCvSp-bKVPU&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;border=1" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="445" height="364" src="http://www.youtube.com/v/uCvSp-bKVPU&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;border=1" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="480" height="420" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="flashvars" value="first_video_id=arumdyah:video:6&amp;base_uri=multiply.com&amp;is_owned=1&amp;security=TyBxRI6lcfkxZ22ZZRHXNQ" /><param name="src" value="http://images.multiply.com/multiply/multv.swf" /><param name="wmode" value="transparent" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="480" height="420" src="http://images.multiply.com/multiply/multv.swf" wmode="transparent" flashvars="first_video_id=arumdyah:video:6&amp;base_uri=multiply.com&amp;is_owned=1&amp;security=TyBxRI6lcfkxZ22ZZRHXNQ"></embed></object></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://benakat.com/2009/10/10/heboh-video-mata-malaikat-di-langit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenal Malaikat</title>
		<link>http://benakat.com/2008/11/10/mengenal-malaikat/</link>
		<comments>http://benakat.com/2008/11/10/mengenal-malaikat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Nov 2008 06:15:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dedy Karim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alam Ghaib]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://benakat.com/?p=152</guid>
		<description><![CDATA[Para Dulur,
Jika pada dua tulisan terdahulu (mengenal dunia jin dan mempersiapkan persenjataan melawan syaitan) kita dikenalkan sebagian dari dunia ghaib yang harus kita percaya, maka pada tulisan ketiga ini sudah selayaknya kita juga mengenal dunia malaikat. Tulisan ini bukan untuk membuat para Dulur menjadi takut atau mengagungkan para jin dan syaitan, tetapi untuk mengingatkan bahwa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Para Dulur,</p>
<p align="justify">Jika pada dua tulisan terdahulu (<a href="http://benakat.com/2008/11/07/mengenal-dunia-jin/" target="_blank">mengenal dunia jin</a> dan <a href="http://benakat.com/2008/11/08/mengenal-setan/" target="_blank">mempersiapkan persenjataan melawan syaitan</a>) kita dikenalkan sebagian dari dunia ghaib yang harus kita percaya, maka pada tulisan ketiga ini sudah selayaknya kita juga mengenal dunia malaikat. Tulisan ini bukan untuk membuat para Dulur menjadi takut atau mengagungkan para jin dan syaitan, tetapi untuk mengingatkan bahwa kita didunia ini tidak hidup sendirian, ada alam lain yang berjalan secara paralel dengan kehidupan kita tanpa kita sadari. Dan untuk meningkatkan ketaqwaan kita kepada ALLAH SWT.</p>
<p align="justify"><span style="text-decoration: underline;"><strong>MENGENAL MALAIKAT</strong></span></p>
<p align="justify">Malaikat adalah hamba-hamba ALLAH yang dimuliakan. Mereka diciptakan dari cahaya. Malaikat tidak pernah mendurhakai ALLAH dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan-Nya. Mereka dapat berbentuk berbagai rupa yang baik. Mereka tidak menikah dan tidak pula berketurunan. Mereka tidak bersifat sebagai laki-laki atau perempuan. Mereka tidak makan dan tidak minum. Di antara malaikat ada yang berdiri sambil mengagungkan Rabbnya semenjak beribu-ribu tahun. Dan di antara mereka ada sujud sambil mensucikan Rabbnya semenjak beribu-ribu tahun.</p>
<p align="justify">Malaikat bukan termasuk makhluk yang mendapat beban (taklif) dari ALLAH. Karena itu, ALLAH tidak mengutus seorang rasul kepada mereka. Malaikat diberi fitrah oleh ALLAH untuk selalu taat sehingga tidak mempunyai potensi menyimpang dan melakukan maksiat kepada-Nya. Mereka selalu terjaga dari perbuatan maksiat dan dosa.</p>
<p align="justify"><span id="more-152"></span></p>
<p align="justify">Di antara dalil ke-<em>ma&#8217;sum</em>-an (terjaga dari dosa) para malaikat adalah firman ALLAH Ta&#8217;ala, <em><strong>&#8220;Yang tidak mendurhakai ALLAH terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.&#8221;</strong></em> (Q.S: At Tahrim 6). <em><strong>&#8220;Mereka takut kepada Tuhan mereka yang di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka).&#8221;</strong></em> (Q.S: An Nahl 50)</p>
<p align="justify">Ar Razi dalam tafsirnya menjelaskan makna ayat, dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka) mencangkup semua perbuatan yang diperintahkan dan meninggalkan semua yang dilarang. Karena, dilarang dari mengerjakan sesuatu berarti diperintahkan untuk meninggalkannya (lihat tafsir Al Kabir karya Iman Fakhruddin Ar Razi).</p>
<p align="justify"><em><strong>&#8220;Sebenarnya (Malaikat-Malaikat) itu adalah hamba-hamba yang dimuliakan, mereka itu tidak mendahuluinya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya.&#8221;</strong></em> (Q.S: Al Anbiya 26-27). Makna ayat tersebut adalah bahwa seluruh perbuatan mereka amat tergantung dengan perintah ALLAH. Hal ini dapat juga kita pahami dari sikap kritis mereka menyambut penciptaan manusia yang suka berbuat kemaksiatan, sekaligus menunjukkan mereka memang tidak akan berbuat maksiat kepada ALLAH.</p>
<p align="justify"><em><strong>&#8220;Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi ini orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah.&#8221; </strong></em>Sekiranya mereka termasuk orang-orang suka berbuat kemaksiatan, tentunya mereka tidak akan mengutarakan kata-kata seperti itu.</p>
<p align="justify"><span style="text-decoration: underline;"><strong>TUGAS MALAIKAT</strong></span></p>
<ol>
<li>Menyampaikan wahyu kepada para Nabi.<br />
Malaikat Jibril diutus ALLAH untuk senantiasa mengadakan hubungan dengan Muhammad, Rasulullah SAW untuk menyampaikan wahyu kepada beliau. ALLAH SWT berfirman, <em><strong>&#8220;Segala puji bagi ALLAH pencipta langit dan bumi,  yang menjadikan Malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga, dan empat. ALLAH menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikendaki-Nya. Sesungguhnya ALLAH Maha Kuasa atas segala sesuatu.&#8221;</strong></em> (Q.S: Fathir 1)</li>
<li>Pendamping Manusia<br />
ALLAH Azza wa Jalla menempatkan pendamping dari jenis Malaikat dan jin pada setiap manusia. Diriwayatkan dari Ibnu Mas&#8217;ud r.a. ia berkata bahwa Rasulullah SAW telah bersabda, <em><strong>&#8220;Tidaklah seorangpun di antara kamu melainkan ditempatkan padanya pendamping dari jin dan pendamping dari Malaikat.&#8221;</strong></em> (HR Muslim dalam sahihnya)</li>
<li>Pencatat amal manusia<br />
ALLAH SWT berfirman mengenai dua Malaikat-Nya yang bertugas mencatat amal perbuatan manusia. <em><strong>&#8220;&#8230;. (yaitu) ketika dua malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.&#8221;</strong></em> (Q.S: Qaf 17-18)</li>
<li>Penjaga manusia<br />
Ada sebagian malaikat yang ditugaskan ALLAH untuk menjaga kehidupan dan amal perbuatan manusia, sebagaimana difirmankan-Nya, <em><strong>&#8220;Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi pekerjaanmu, yang mulia (di sisi ALLAH) dan yang mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.&#8221;</strong></em> (Q.S: Al Infithar 10-12)</li>
<li>Menenangkan hati orang yang beriman dan memberi kabar gembira kepada mereka<br />
Ada sebagian malaikat yang ditugaskan oleh ALLAH turun ke muka bumi membawa rahmat-Nya dan memberikan ketenangan ke dalam hati orang-orang beriman pada hari kiamat kelak. ALLAH SWT berfirman, <em><strong>&#8220;Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan &#8220;Tuhan kami ialah ALLAH&#8221; kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan), &#8220;Janganlah kamu merasakan takut dan janganlah kamu merasa sedih, dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan ALLAH kepadamu.&#8221;</strong></em> (Q.S: Fushilat 30)</li>
<li>Beribadah dan tidak melakukan kemaksiatan<br />
Mereka diberi fitrah oleh ALLAH untuk selalu taat sehingga tidak mempunyai potensi untuk melakukan maksiat. Mereka adalah mahkluk yang <em>ma&#8217;sum</em>, terjaga dari perbuatan dosa dan maksiat. &lt;Dalil ada di atas&gt;</li>
<li>Menjunjung Arsy<br />
Jumlah malaikat yang bertugas menjunjung Arsy ini telah kita ketahui bersama. Mereka ditugaskan ALLAH untuk membawa Arsy dengan selalu bertasbih kepada Rabb mereka sepanjang mana yang telah difirmankan-Nya. <em><strong>&#8220;Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan malaikat menjunjung Arsy Tuhanmu di atas (kepala) mereka.&#8221;</strong></em> (Q.S: Al Haqqah 17). Juga firman-Nya dalam ayat yang lain: <em><strong>&#8220;(Malaikat-malaikat) yang memikul Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya.&#8221;</strong></em> (Q.S: Ghafir 7). Diriwayatkan dari Hakim bin Hazam, ia berkata bahwa pada suatu ketika Rasulullah SAW berada di tengah-tengah sahabat, lalu beliau bertanya kepada mereka, <em><strong>&#8220;Apakah kamu mendengar apa yang aku dengar?&#8221; &#8220;Kami tidak mendengar sesuatu apapun!&#8221; jawab para sahabat. &#8220;Sesungguhnya aku mendengar suara langit dan tidak mengapa jika langit bersuara karena tidak ada tempat sejengkal pun di dalamnya melainkan di atasnya ada seorang malaikat yang sujud beribadah.&#8221;</strong></em> (hadist ini shahih atas syarat Muslim).</li>
<li>Menjaga neraka<br />
Di antara malaikat ada sebagian yang ditunjuk oleh ALLAH untuk mengatur semua urusan neraka jahanam. ALLAH SWT mendeskripsikan keadaan penghuni neraka, dengan firman-Nya, &#8220;Mereka berseru, &#8220;Hai Malik, biarlah Tuhanmu membunuh kami saja.&#8221; Dia menjawab, &#8220;Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini). Sesungguhnya kami benar-benar telah membawa kebenaran kepada kamu tetapi kebanyakan di antara kamu benci pada kebenaran itu.&#8221; (Q.S: Az Zukhruf 77-78). ALLAH  Azza wa Jalla menyebutkan jumlah bala tentara yang bertugas menjaga neraka, dalam firman-Nya, &#8220;(Neraka Saqar) adalah pembakar kulit manusia. Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga). Dan tiada Kami jadikan penjaga nereka itu melainkan malaikat.&#8221; (Q.S: Al Mudatsir 29-31).</li>
</ol>
<p align="justify">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://benakat.com/2008/11/10/mengenal-malaikat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mempersiapkan Persenjataan Melawan Syaithan</title>
		<link>http://benakat.com/2008/11/08/mengenal-setan/</link>
		<comments>http://benakat.com/2008/11/08/mengenal-setan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Nov 2008 12:17:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dedy Karim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alam Ghaib]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://benakat.com/?p=140</guid>
		<description><![CDATA[Para Dulur,
Disebutkan dalam kamus Mukhtar Al Shahah bahwa kata syaithan (setan), yaitu setiap orang angkuh dan pembangkang, baik dari kalangan manusia, jin maupun binatang melata. Ada dua pendapat berkenaan dengan kata syaitan ini. Pertama, kata syaitan diambil dari kata syaithaana yang berarti jauh dari kebenaran atau rahmat ALLAH. Kedua, kebalikan dari pendapat pertama, yakni bahwa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Para Dulur,</p>
<p align="justify">Disebutkan dalam kamus <em>Mukhtar Al Shahah</em> bahwa kata <em>syaithan</em> (setan), yaitu setiap orang angkuh dan pembangkang, baik dari kalangan manusia, jin maupun binatang melata. Ada dua pendapat berkenaan dengan kata syaitan ini. Pertama, kata <em>syaitan</em> diambil dari kata <em>syaithaana</em> yang berarti jauh dari kebenaran atau rahmat ALLAH. Kedua, kebalikan dari pendapat pertama, yakni bahwa kata <em>syaithan</em> berasal dari kata <em>syatha yashithu</em> yang berarti lenyap atau terbakar. Karena, setan sejak awal telah bertekad membisiki hati manusia, menggoda dengan segala kesenangan nafsu jahat. Jadi, setiap manusia mempunyai teman dari setan kecuali orang yang dijaga oleh ALLAH.</p>
<p align="justify">Aisyah r.a., isteri Nabi SAW telah bercerita bahwa pada suatu malam hari Rasulullah SAW keluar dari rumah Aisyah. Sepeninggalan suaminya, muncullah perasaan cemburunya. Tiba-tiba beliau datang melihat apa yang dikerjakannya, seraya bersabda,<br />
&#8220;Kenapa kamu cemburu, wahai Aisyah?&#8221;<br />
&#8220;Kenapa saya tidak cemburu kepada engkau?&#8221; jawab Aisyah.<br />
&#8220;Apakah setanmu datang kepadamu?&#8221; tanya Nabi SAW.<br />
&#8220;Wahai Rasulullah, apakah bersamaku ada setan?&#8221;<br />
&#8220;Ya&#8221;, jawab Nabi.<br />
&#8220;Apakah setiap orang ditemani oleh setan?&#8221; tanya Aisyah.<br />
&#8220;Ya&#8221;, jawab beliau.<br />
&#8220;Dan apakah engkau juga ditemani setan, wahai Rasulullah?&#8221; tanya Aisyah lagi.<br />
&#8220;Ya, tetapi aku telah dibantu Rabbku untuk untuk mengalahkan dia sehingga aku bisa lolos darinya.&#8221; jawab beliau. (HR Muslim)</p>
<p align="justify">Imam Qurtubi mengatakan bahwa para ulama berbeda pendapat mengenai asal muasal jin. Diriwayatkan oleh Ismail Hasan Basri bahwa jin adalah keturunan iblis, sedangkan manusia adalah keturunan Adam. Diantara jin dan manusia ada yang beriman dan kafir. Mereka sama-sama berserikat dalam hal pahala dan siksa. Siapapun diantara mereka yang beriman berarti wali (kekasih) ALLAH SWT, dan siapapun yang kafir berarti dia adalah setan.</p>
<p align="justify"><span id="more-140"></span></p>
<p align="justify">Diriwayatkan oleh Dhahak dari Ibnu Abbas, katanya, &#8220;Sesungguhnya jin itu adalah keturunan bangsa jin itu sendiri. Mereka bukan berasal dari bangsa setan. Mereka dapat mati. Diantara mereka ada yang beriman dan ada pula yang kafir. Sedangkan setan adalah keturunan iblis, mereka tidak bisa mati kecuali bersama dengan iblis. Telah diriwayatkan bahwa setiap manusia pasti ditemani oleh setan.&#8221;</p>
<p align="justify">Setan bisa melaksanakan misinya dengan baik terhadap manusia, bukan karena setan itu kuat. Ia dapat memainkan peranan seperti itu karena dapat melihat manusia sedangkan manusia tidak mampu melihatnya. Dengan itulah dia dapat menempuh semua jalan tipu daya untuk membisikkan keraguan ke dalam batin manusia, merayunya dengan iming-iming kesenangan nafsu, menggodanya dan memoles sesuatu yang jelek menjadi baik (<strong><em>tazyin</em></strong>) terhadap diri manusia, sebagaimana difirmankan ALLAH SWT:</p>
<p align="justify">&#8220;<strong><em>Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka</em></strong>.&#8221; (Al A&#8217;raf 27)</p>
<p align="justify">
<p align="justify"><span style="text-decoration: underline;"><strong>MEMPERSIAPKAN PERSENJATAAN KITA UNTUK MELAWAN SYAITHAN</strong></span></p>
<ul>
<li>Membaca <em><strong>basmalah</strong></em> setiap hendak memulai suatu pekerjaan</li>
<li>Memperbanyak <strong><em>dzikir</em></strong> dan <em><strong>istighfar</strong></em></li>
<li>Memperbanyak membaca <strong><em>Laa ilaaha illa antassubhanaka inni kuntu minazh zhalimin</em></strong></li>
<li>Tidak tidur seorang diri dan tidak pula tidur di tempat yang tidak suci</li>
<li>Berusaha keras untuk membaca do&#8217;a di waktu pagi dan petang</li>
<li>Bersiwak (bersikat gigi) karena ia dapat mendekatkan malaikat</li>
<li>Menjaga shalat berjamaah</li>
<li>Berwudhu sebelum tidur, membaca ayat kursi, dan <strong><em>mu&#8217;awwidatain</em></strong> (surat Al Falaq dan An Naas)</li>
<li>Tidak mendengarkan musik dan lagu-lagu porno</li>
<li>Menutup aurat dalam berpakaian dan tidak memakai wangi-wangian yang menyengat di luar rumah bagi muslimah</li>
<li>Berlindung kepada ALLAH dan membaca Al Qur&#8217;an</li>
<li>Membaca <strong><em>istiadzah</em></strong> ketika masuk kamar kecil (WC)</li>
<li>Memperbanyak shalawat kepada Nabi SAW</li>
<li>Banyak bertaubat dan beristighfar</li>
<li>Membaca tiga belas ayat dari surat <strong><em>Ghafir</em></strong> (Mukmin) dan tiga ayat terakhir dari surat Al Baqarah</li>
<li>Membaca surat <strong>Yaasin</strong> setiap pagi</li>
<li>Tidak menunda mandi besar karena haidh, nifas, atau janabat kecuali karena suatu uzur</li>
<li>Berbekal dengan ilmu sebagai benteng pertahanan yang kokoh</li>
</ul>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>PINTU UNTUK SYAITHAN<br />
</strong></span></p>
<p align="justify">Selain mengetahui senjata mukmin untuk menghadapi para setan, perlu juga kita mengetahui pintu-pintu yang dapat dimasuki setan. Berikut adalah beberapa pintu yang menyebankan masuknya setan ke dalam jiwa manusia.</p>
<ul>
<li><strong>Kebodohan</strong></li>
<li><strong>Marah</strong>, karena ia merupakan bara api. Kemarahan menjadi pintu bagi setan untuk memasukkan keraguan ke dalam hati manusia</li>
<li><strong>Cinta dunia,</strong> sebagai awal segala kejahatan</li>
<li><strong>Angan-angan yang panjang</strong>, karena ia dapat membuat hati keras dan tertipu dengan kesengan duniawi</li>
<li><strong>Ambisi (rakus)</strong>, karena ia dapat mendatangkan ke ketamakan dan menyebarkan keserakahan</li>
<li><strong>Bakhil,</strong> karena ia merupakan palang pintu kehancuran</li>
<li><strong>Sombong</strong>, karena ia membuat seseorang enggan beribadah dan dapat menyebabkan seseorang mengingkari nikmat ALLAH</li>
<li><strong>Senang pujian</strong>, karena ia merupakan pintu <em>ujub</em> (bangga diri)</li>
<li><strong>Riya&#8217; (pamer)</strong>, karena ia merupakan pangkal kemunafikan</li>
<li><strong>Bangga diri (ujub) dan congkak</strong></li>
<li><strong>Gelisah dan mengeluh</strong>, karena ia merupakan tanda iman yang lemah</li>
<li><strong>Memperturutkan hawa nafsu</strong>, karena ia akan menuntun ketundukan kepada syahwat</li>
<li><strong>Berprasangka buruk</strong>, karena ia dapat menyebabkan putusnya hubungan dan membangun semua persoalan atas dasar yang lemah</li>
<li><strong>Melecehkan orang lain</strong>, karena ia merupakan ladang tumbuhnya rasa dendam kesumat dan rasa benci</li>
<li><strong>Menyepelekan dosa</strong>, karena ia akan menghantarkan manusia untuk terus-menerus melakukan perbuatan dosa, padahal terus-menerus melakukan dosa kecil dianggap termasuk dosa-dosa besar</li>
<li><strong>Merasa aman dari makar ALLAH</strong>, yang ALLAH limpahkan kepada seseorang yang mempunyai pemikiran yang picik dan tidak memiliki kepedulian</li>
<li><strong>Putus asa dari rahmat ALLAH</strong>, ini merupakan bencana terbesar yang menyebabkan seseorang terus-menerus mengerjakan kemaksiatan kepada ALLAH sehingga bumi yang luas ini terasa sempit baginya.</li>
</ul>
<p align="justify">Wallahu&#8217;alam, semoga bermanfaat untuk menambah khasanah pengetahuan kita.</p>
<p align="justify"><span style="font-size: xx-small;">sumber:<br />
<strong>Buyutan Laa Tadkhuluha Asy-Syayathin</strong> karya <strong>Muhammad Ash Shayyim</strong> diterjemahkan oleh <strong>Ghazali Mukri</strong> dengan judul <strong>Rumah Penuh Cahaya</strong>, Penerbit <strong>Izzan Pustaka</strong>, Cetakan ketiga: <strong>Juni 2002</strong></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://benakat.com/2008/11/08/mengenal-setan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenal Dunia Jin</title>
		<link>http://benakat.com/2008/11/07/mengenal-dunia-jin/</link>
		<comments>http://benakat.com/2008/11/07/mengenal-dunia-jin/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2008 10:54:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dedy Karim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alam Ghaib]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://benakat.com/?p=130</guid>
		<description><![CDATA[Dari buku Rumah Penuh Cahaya, karya Muhammad Ash-Shayyim. Penerbit Izzan Pustaka
Jin adalah makhluk yang diciptakan Allah SWT dari api. Mereka hidup dengan bentuk yang bermacam-macam. Mereka makan, minum, kawin, dan  berketurunan. Mereka bisa melihat manusia tetapi pandangan manusia tidak dapat menjangkaunya. Di antara mereka ada yang beriman dan ada pula yang kafir. Jin kafir [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Dari buku Rumah Penuh Cahaya, karya Muhammad Ash-Shayyim. Penerbit Izzan Pustaka</strong></p>
<p align="justify"><img src="http://benakat.com/images/jinhiro.jpg" border="0" alt="" hspace="6" vspace="6" width="160" height="159" align="left" />Jin adalah makhluk yang diciptakan Allah SWT dari api. Mereka hidup dengan bentuk yang bermacam-macam. Mereka makan, minum, kawin, dan  berketurunan. Mereka bisa melihat manusia tetapi pandangan manusia tidak dapat menjangkaunya. Di antara mereka ada yang beriman dan ada pula yang kafir. Jin kafir lazim disebut setan.</p>
<p align="justify">Allah SWT berfirman, <em><strong>&#8220;Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.&#8221;</strong></em> (Al Hijr 27). <strong>&#8220;<em>Dan Dia menciptakan dari nyala api.</em>&#8221; </strong>(Ar Rahman 15).</p>
<p align="justify">Diriwayatkan dari Aisyah r.a., ia berkata bahwa Rasulullah SAW telah bersabda, <em><strong>&#8220;Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari api, sedangkan manusia diciptakan dari apa yang disifatkan untuk kamu yaitu tanah.&#8221;</strong> </em>(HR Muslim dalam kitab Al-Jami&#8217; Al-Shaghir).</p>
<p><strong>Macam-Macam Jin</strong></p>
<p align="justify">Sebagaimana manusia, jin pun bermacam-macam jenisnya. Ada segolongan jin yang baik dan ada pula yang jahat. Diriwayatkan dari Abu Darda&#8217;, bahwa Rasulullah SAW telah bersabda, <em>&#8220;<strong>Allah SWT menciptakan jin itu tiga macam yaitu <span style="text-decoration: underline;">segolongan bagaikan ular, kalajengking dan serangga, segolongan lainnya bagaikan angin yang berada di udara, dan segolongan mereka akan mendapat penghisapan dan siksaan</span>. Sedangkan manusia pada tiga macam yaitu <span style="text-decoration: underline;">segolongan seperti binatang, segolongan lagi jasad mereka bagaikan jasad manusia sedangkan ruh mereka seperti ruh setan, dan segolongan yang lain berada dalam naungan Allah SWT </span>pada hari tidak ada naungan kecuali hanya naungan-Nya.&#8221;</strong></em><strong> </strong>(HR Ibnu Abi Dunya dalam kitab Makayid Asy Syaithan, dan Tirmidzi dalam kitab Nawadir Al Ushul).</p>
<p align="justify">Diriwayatkan dari Abu Tsa&#8217;labah Al Khasyani, bahwa Rasulullah SAW telah bersabda, <strong>&#8220;<em>Jin itu ada tiga jenis yaitu segolongan mereka mempunyai sayap yang digunakan untuk terbang ke udara, segolongan bagaikan ular dan anjing, dan segolongan yang lain bisa diam dan pergi.&#8221;</em> </strong>(HR Tirmidzi, Tabrani, Baihaqi dalam kitab Al Asma dan Al-Shifat).</p>
<p align="justify">Oleh karena itu, hendaklah setiap orang berhati-hati dalam berinteraksi dengan binatang terutama diwaktu gelap gulita, karena disaat itu jin dan setan tengah bertebaran dan bergerak ke segala arah.</p>
<p align="justify">Diriwayatkan dari Abu Qilabah dari Nabi SAW, bahwa Beliau bersabda, <em><strong>&#8220;Seandainya <span style="text-decoration: underline;">anjing</span> itu bukan merupakan umat niscaya aku perintahkan untuk membunuhnya, akan tetapi aku khawatir membasmi umat. Karenanya, bunuhlah diantara mereka <span style="text-decoration: underline;">yang berwana hitam pekat, karena itu adalah jin atau sebangsa jin</span>.&#8221;</strong> </em>(HR Muslim dalam shahihnya, Tirmidzi dalam sunannya, Abu Dawud dalam sunannya dan Nasai dalam kitab<em> Al Shayyid</em>).</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam.</p>
<p><span style="font-size: xx-small;">sumber gambar: <a href="http://http://prabuindahdutakencana-bintangku.blogspot.com/2008/05/jin-penunggu-kampus.html" target="_blank">http://prabuindahdutakencana-bintangku.blogspot.com</a></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://benakat.com/2008/11/07/mengenal-dunia-jin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
