Heboh Video Mata Malaikat di Langit

Alam Ghaib 21 Komentar »

Para Dulur,

Akhir-akhir ini kita sedang dihebohkan dengan rekaman video sepasang mata malaikat di langit. Banyak versi yang saya terima mengenai lokasi kejadiannya. Mulai dari “di Bandung Jawa Barat pasca gempa”, “di Padang Sumatera Barat sebelum gempa”, “di Solo saat ada angin puting beliung”, hingga “di Kuala Lumpur Malaysia saat ada angin ribut”. Belum ada penjelasan resmi mengenai hal ini mana kejadian yang sebenarnya. Namun diluar dari benar tidak nya apa yang terjadi, kita ambil saja hikmahnya untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT sang Maha Pencipta Segala Kejadian.

Berikut beberapa tampilan video yang saya ambil dari beberapa sumber:

Mengenal Malaikat

Alam Ghaib 1 Komentar »

Para Dulur,

Jika pada dua tulisan terdahulu (mengenal dunia jin dan mempersiapkan persenjataan melawan syaitan) kita dikenalkan sebagian dari dunia ghaib yang harus kita percaya, maka pada tulisan ketiga ini sudah selayaknya kita juga mengenal dunia malaikat. Tulisan ini bukan untuk membuat para Dulur menjadi takut atau mengagungkan para jin dan syaitan, tetapi untuk mengingatkan bahwa kita didunia ini tidak hidup sendirian, ada alam lain yang berjalan secara paralel dengan kehidupan kita tanpa kita sadari. Dan untuk meningkatkan ketaqwaan kita kepada ALLAH SWT.

MENGENAL MALAIKAT

Malaikat adalah hamba-hamba ALLAH yang dimuliakan. Mereka diciptakan dari cahaya. Malaikat tidak pernah mendurhakai ALLAH dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan-Nya. Mereka dapat berbentuk berbagai rupa yang baik. Mereka tidak menikah dan tidak pula berketurunan. Mereka tidak bersifat sebagai laki-laki atau perempuan. Mereka tidak makan dan tidak minum. Di antara malaikat ada yang berdiri sambil mengagungkan Rabbnya semenjak beribu-ribu tahun. Dan di antara mereka ada sujud sambil mensucikan Rabbnya semenjak beribu-ribu tahun.

Malaikat bukan termasuk makhluk yang mendapat beban (taklif) dari ALLAH. Karena itu, ALLAH tidak mengutus seorang rasul kepada mereka. Malaikat diberi fitrah oleh ALLAH untuk selalu taat sehingga tidak mempunyai potensi menyimpang dan melakukan maksiat kepada-Nya. Mereka selalu terjaga dari perbuatan maksiat dan dosa.

Baca selengkapnya di sini

Mempersiapkan Persenjataan Melawan Syaithan

Alam Ghaib 3 Komentar »

Para Dulur,

Disebutkan dalam kamus Mukhtar Al Shahah bahwa kata syaithan (setan), yaitu setiap orang angkuh dan pembangkang, baik dari kalangan manusia, jin maupun binatang melata. Ada dua pendapat berkenaan dengan kata syaitan ini. Pertama, kata syaitan diambil dari kata syaithaana yang berarti jauh dari kebenaran atau rahmat ALLAH. Kedua, kebalikan dari pendapat pertama, yakni bahwa kata syaithan berasal dari kata syatha yashithu yang berarti lenyap atau terbakar. Karena, setan sejak awal telah bertekad membisiki hati manusia, menggoda dengan segala kesenangan nafsu jahat. Jadi, setiap manusia mempunyai teman dari setan kecuali orang yang dijaga oleh ALLAH.

Aisyah r.a., isteri Nabi SAW telah bercerita bahwa pada suatu malam hari Rasulullah SAW keluar dari rumah Aisyah. Sepeninggalan suaminya, muncullah perasaan cemburunya. Tiba-tiba beliau datang melihat apa yang dikerjakannya, seraya bersabda,
“Kenapa kamu cemburu, wahai Aisyah?”
“Kenapa saya tidak cemburu kepada engkau?” jawab Aisyah.
“Apakah setanmu datang kepadamu?” tanya Nabi SAW.
“Wahai Rasulullah, apakah bersamaku ada setan?”
“Ya”, jawab Nabi.
“Apakah setiap orang ditemani oleh setan?” tanya Aisyah.
“Ya”, jawab beliau.
“Dan apakah engkau juga ditemani setan, wahai Rasulullah?” tanya Aisyah lagi.
“Ya, tetapi aku telah dibantu Rabbku untuk untuk mengalahkan dia sehingga aku bisa lolos darinya.” jawab beliau. (HR Muslim)

Imam Qurtubi mengatakan bahwa para ulama berbeda pendapat mengenai asal muasal jin. Diriwayatkan oleh Ismail Hasan Basri bahwa jin adalah keturunan iblis, sedangkan manusia adalah keturunan Adam. Diantara jin dan manusia ada yang beriman dan kafir. Mereka sama-sama berserikat dalam hal pahala dan siksa. Siapapun diantara mereka yang beriman berarti wali (kekasih) ALLAH SWT, dan siapapun yang kafir berarti dia adalah setan.

Baca selengkapnya di sini

Mengenal Dunia Jin

Alam Ghaib 4 Komentar »

Dari buku Rumah Penuh Cahaya, karya Muhammad Ash-Shayyim. Penerbit Izzan Pustaka

Jin adalah makhluk yang diciptakan Allah SWT dari api. Mereka hidup dengan bentuk yang bermacam-macam. Mereka makan, minum, kawin, dan berketurunan. Mereka bisa melihat manusia tetapi pandangan manusia tidak dapat menjangkaunya. Di antara mereka ada yang beriman dan ada pula yang kafir. Jin kafir lazim disebut setan.

Allah SWT berfirman, “Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.” (Al Hijr 27). Dan Dia menciptakan dari nyala api.(Ar Rahman 15).

Diriwayatkan dari Aisyah r.a., ia berkata bahwa Rasulullah SAW telah bersabda, “Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari api, sedangkan manusia diciptakan dari apa yang disifatkan untuk kamu yaitu tanah.” (HR Muslim dalam kitab Al-Jami’ Al-Shaghir).

Macam-Macam Jin

Sebagaimana manusia, jin pun bermacam-macam jenisnya. Ada segolongan jin yang baik dan ada pula yang jahat. Diriwayatkan dari Abu Darda’, bahwa Rasulullah SAW telah bersabda, Allah SWT menciptakan jin itu tiga macam yaitu segolongan bagaikan ular, kalajengking dan serangga, segolongan lainnya bagaikan angin yang berada di udara, dan segolongan mereka akan mendapat penghisapan dan siksaan. Sedangkan manusia pada tiga macam yaitu segolongan seperti binatang, segolongan lagi jasad mereka bagaikan jasad manusia sedangkan ruh mereka seperti ruh setan, dan segolongan yang lain berada dalam naungan Allah SWT pada hari tidak ada naungan kecuali hanya naungan-Nya.” (HR Ibnu Abi Dunya dalam kitab Makayid Asy Syaithan, dan Tirmidzi dalam kitab Nawadir Al Ushul).

Diriwayatkan dari Abu Tsa’labah Al Khasyani, bahwa Rasulullah SAW telah bersabda, Jin itu ada tiga jenis yaitu segolongan mereka mempunyai sayap yang digunakan untuk terbang ke udara, segolongan bagaikan ular dan anjing, dan segolongan yang lain bisa diam dan pergi.” (HR Tirmidzi, Tabrani, Baihaqi dalam kitab Al Asma dan Al-Shifat).

Oleh karena itu, hendaklah setiap orang berhati-hati dalam berinteraksi dengan binatang terutama diwaktu gelap gulita, karena disaat itu jin dan setan tengah bertebaran dan bergerak ke segala arah.

Diriwayatkan dari Abu Qilabah dari Nabi SAW, bahwa Beliau bersabda, “Seandainya anjing itu bukan merupakan umat niscaya aku perintahkan untuk membunuhnya, akan tetapi aku khawatir membasmi umat. Karenanya, bunuhlah diantara mereka yang berwana hitam pekat, karena itu adalah jin atau sebangsa jin.” (HR Muslim dalam shahihnya, Tirmidzi dalam sunannya, Abu Dawud dalam sunannya dan Nasai dalam kitab Al Shayyid).

Wallahu a’lam.

sumber gambar: http://prabuindahdutakencana-bintangku.blogspot.com