Para Dulur,
Ada semboyan, “Tak Pamer Maka Tak Terkenal” Sehingga jangan heran banyak manusia yang berusaha memamerkan apa yang dimilikinya termasuk para hewan tentunya. Apakah jika pamer merupakan indikasi sama dengan hewan? Tanya rumput yang bergoyang deh! (kata Om Ebit G. Ade). Itulah sebabnya mengapa nyengir kuda dikenal dunia, karena si kuda rajin memamerkan deretan giginya jika bertemu dengan rekannya atau orang (ha..ha..ha.. iya ya?). Bagaimana dengan sebuah produk yang kita hasilkan dan ingin dijual? Tentu saja orang tidak mau kena petuah pepatah “Bagai Beli Kucing Dalam Karung“. Sebenarnya kucing sendiri pun tidak pernah merasa dijual apalagi sampai dimasukkan ke dalam karung (tentu ini merupakan fitnah bagi keluarga kucing). Terlepas dari itu semua sudah selayaknya untuk dikenal oleh masyarakat, sebuah produk baik berskala regional, nasional maupun internasional mutlak memerlukan tempat untuk pamer alias tempat pajang atau para sodara Bule bilang Tradeshow Display.
Coba perhatikan gambar disamping, alangkah menariknya jika pengunjung datang untuk membeli busana. Bagaimanapun juga cara menata dan menampilkan sebuah produk menjadi salah satu kunci dayak tarik para pengunjung untuk datang memilih dan akhirnya membeli. Memang tidak ada jaminan langsung, tempat pajang (baca: Tradeshow Display) bagus pengunjung langsung membeli. Tapi setidaknya citra dan nuansa yang didapat akan tertanam dihati para pengunjung tentang produk tersebut.
Sehingga tempat pajang pun (baca: Tradeshow Display) tidak dapat sembarangan dibuat, karena jiwa sebuah produk akan terwakili pada suasana dan nuansa tempat pajang tersebut. Misalkan, jika kita ingin berjualan mobil, tidaklah mungkin kita memajang asesoris buah-buahan. Jika kita ingin berjualan pakaian, tidaklah mungkin kita akan memajang asesoris jenis-jenis peralatan motor. Tidak nyambung bukan?
Apakah mungkin kita yang awam soal tata letak barang pajangan bisa membuat suasana yang ideal untuk produk kita? Mungkin saja, apa sih yang tidak mungkin. Kita bisa berkreasi untuk membuat sebuah tempat pajang yang kita inginkan. Hanya saja, mungkin hasilnya bisa jadi tidak tepat sasaran. Bagaimanapun juga kita harus ingat dengan sebuah kata bijak “berikan kepada ahlinya“. Bisa jadi kita ahli dalam berdagang tapi kita tidak ahli dalam membuat tempat dagang yang dapat menarik untuk hati konsumen.
Sehingga tidak heran, untuk menghasilkan tempat pajang (baca: Tradeshow Display) seseorang rela mengeluarkan uang cukup banyak untuk menciptakan image sebuah produk. Dalam dunia desain, istilah-istilah tempat pamer antara lain Tradeshow Exhibits dan Tradeshow Display. Tradeshow Exhibits umumnya untuk memamerkan produk pada saat even-even tertentu atau saat diadakannya pameran. Tradeshow Display umumnya untuk memamerkan produk setiap saat baik di tempat produk tersebut dijual maupun di tempat-tempat yang dianggap strategis untuk mempromosikan sebuah produk.
Jika Anda tertarik untuk mengetahui lebih lanjut mengenai bagaimana menata secara baik tempat pajang atau ruang pamer ini, kami sarankan untuk berkunjung ke ahlinya pembuat tempat pajang yakni Custom Exhibits. Semoga bermanfaat.
Wassalam.
image source: thanks to http://www.gilbertdisplays.com




Komentar yang Ado