Para Dulur,
Saat ini khususnya di area Palembang dan sekitarnya, sudah mulai ‘musim’ mati lampu selain musim hujan dan musim buah mangga. Ada yang sesaat, ada yang beberapa jam. Kadang pagi, kadang siang, kadang malam dini hari pada saat kita sedang terlelap tidur. Sehingga kadang gelagapan mencari lampu senter atau lilin, beruntunglah para Dulur yang telah membeli lampu emergensi. Karena saat mati lampu, secara otomatis sudah ada penerangan dan tidak perlu mencari-cari lagi lampu pengganti.
Menyikapi sudah mulai sering mati lampu ini, kami sangat menghimbau kepada para Dulur untuk berhati-hati dengan penerangan pengganti saat padamnya aliran listrik seperti lilin dan lampu minyak. Kejadian-kejadian yang ditayangkan oleh beberapa stasiun televisi dengan berita terjadinya kebakaran akibat lilin yang dipasang saat mati lampu, hendaklah perlu kita waspadai agar tidak terjadi di rumah kita atau di lingkungan sekitar kita.
Memang urusan listrik sudah jadi rahasia umum, jika negeri yang tercinta dan kayak akan sumber energi ini selalu dikatakan defisit energi listrik. Mau tidak mau kitapun harus menyikapinya dengan bijak, tidak perlu demo bersama-sama ke Perusahaan Listrik Negara (PLN). Yang harus kita lakukan mulai sekarang adalah hemat dalam menggunakan tenaga listrik. Peralatan listrik dan lampu-lampu yang tidak dipakai harus dimatikan.
Kembali ke masalah mati lampu aduh gelapnya ini, kami menghimbau masyarakat untuk mulai beralih ke lampu penerangan pengganti (jika mati lampu) ke bentuk lampu yang bukan terbuat dari lilin atau berbahan bakar minyak. Sehingga bahaya kebakaran bisa dihindari. Saat ini sudah mulai banyak di pasaran, lampu emergensi (lampu yang nyala sendiri saat listrik padam) dengan harga lumayan terjangkau. Harganya sekitar Rp 50rb. Dengan bentuk yang praktis dipasang langsung ke steker listrik dan dapat berfungsi juga sebagai lampu senter. Kemampuan bertahan lampu emergensi ini lumayan lama, di klaim sekitar 5 jam jika di charge secara penuh. Setidaknya saat mati lampu tidak terasa gelap lagi. Dan lagu “Mati lampu aduh gelapnya” pun akan berganti “Mati lampu adu indahnya”.
Penasaran, coba para dulur mampir ke alamat ini : Forecast Lighting (walau mungkin jenis lampu ini tidak pas dengan cerita kita tadi, tidak apa-apa kan?)
Salam semanis madu!




November 12th, 2008 at 10:08 am
untung di rumah aku ado genset jadi tetep biso terang…
November 12th, 2008 at 1:37 pm
Wah…promosi nih pak
November 13th, 2008 at 2:45 am
@Ivn
hidup (yang ado) Genset, he..he..he..
@Mas Koko
cak itu lah pak, berijo hue..hue…hue…