Para Dulur,
Jika pada dua tulisan terdahulu (mengenal dunia jin dan mempersiapkan persenjataan melawan syaitan) kita dikenalkan sebagian dari dunia ghaib yang harus kita percaya, maka pada tulisan ketiga ini sudah selayaknya kita juga mengenal dunia malaikat. Tulisan ini bukan untuk membuat para Dulur menjadi takut atau mengagungkan para jin dan syaitan, tetapi untuk mengingatkan bahwa kita didunia ini tidak hidup sendirian, ada alam lain yang berjalan secara paralel dengan kehidupan kita tanpa kita sadari. Dan untuk meningkatkan ketaqwaan kita kepada ALLAH SWT.
MENGENAL MALAIKAT
Malaikat adalah hamba-hamba ALLAH yang dimuliakan. Mereka diciptakan dari cahaya. Malaikat tidak pernah mendurhakai ALLAH dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan-Nya. Mereka dapat berbentuk berbagai rupa yang baik. Mereka tidak menikah dan tidak pula berketurunan. Mereka tidak bersifat sebagai laki-laki atau perempuan. Mereka tidak makan dan tidak minum. Di antara malaikat ada yang berdiri sambil mengagungkan Rabbnya semenjak beribu-ribu tahun. Dan di antara mereka ada sujud sambil mensucikan Rabbnya semenjak beribu-ribu tahun.
Malaikat bukan termasuk makhluk yang mendapat beban (taklif) dari ALLAH. Karena itu, ALLAH tidak mengutus seorang rasul kepada mereka. Malaikat diberi fitrah oleh ALLAH untuk selalu taat sehingga tidak mempunyai potensi menyimpang dan melakukan maksiat kepada-Nya. Mereka selalu terjaga dari perbuatan maksiat dan dosa.
Di antara dalil ke-ma’sum-an (terjaga dari dosa) para malaikat adalah firman ALLAH Ta’ala, “Yang tidak mendurhakai ALLAH terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (Q.S: At Tahrim 6). “Mereka takut kepada Tuhan mereka yang di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka).” (Q.S: An Nahl 50)
Ar Razi dalam tafsirnya menjelaskan makna ayat, dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka) mencangkup semua perbuatan yang diperintahkan dan meninggalkan semua yang dilarang. Karena, dilarang dari mengerjakan sesuatu berarti diperintahkan untuk meninggalkannya (lihat tafsir Al Kabir karya Iman Fakhruddin Ar Razi).
“Sebenarnya (Malaikat-Malaikat) itu adalah hamba-hamba yang dimuliakan, mereka itu tidak mendahuluinya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya.” (Q.S: Al Anbiya 26-27). Makna ayat tersebut adalah bahwa seluruh perbuatan mereka amat tergantung dengan perintah ALLAH. Hal ini dapat juga kita pahami dari sikap kritis mereka menyambut penciptaan manusia yang suka berbuat kemaksiatan, sekaligus menunjukkan mereka memang tidak akan berbuat maksiat kepada ALLAH.
“Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi ini orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah.” Sekiranya mereka termasuk orang-orang suka berbuat kemaksiatan, tentunya mereka tidak akan mengutarakan kata-kata seperti itu.
TUGAS MALAIKAT
- Menyampaikan wahyu kepada para Nabi.
Malaikat Jibril diutus ALLAH untuk senantiasa mengadakan hubungan dengan Muhammad, Rasulullah SAW untuk menyampaikan wahyu kepada beliau. ALLAH SWT berfirman, “Segala puji bagi ALLAH pencipta langit dan bumi, yang menjadikan Malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga, dan empat. ALLAH menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikendaki-Nya. Sesungguhnya ALLAH Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Q.S: Fathir 1) - Pendamping Manusia
ALLAH Azza wa Jalla menempatkan pendamping dari jenis Malaikat dan jin pada setiap manusia. Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud r.a. ia berkata bahwa Rasulullah SAW telah bersabda, “Tidaklah seorangpun di antara kamu melainkan ditempatkan padanya pendamping dari jin dan pendamping dari Malaikat.” (HR Muslim dalam sahihnya) - Pencatat amal manusia
ALLAH SWT berfirman mengenai dua Malaikat-Nya yang bertugas mencatat amal perbuatan manusia. “…. (yaitu) ketika dua malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (Q.S: Qaf 17-18) - Penjaga manusia
Ada sebagian malaikat yang ditugaskan ALLAH untuk menjaga kehidupan dan amal perbuatan manusia, sebagaimana difirmankan-Nya, “Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi pekerjaanmu, yang mulia (di sisi ALLAH) dan yang mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q.S: Al Infithar 10-12) - Menenangkan hati orang yang beriman dan memberi kabar gembira kepada mereka
Ada sebagian malaikat yang ditugaskan oleh ALLAH turun ke muka bumi membawa rahmat-Nya dan memberikan ketenangan ke dalam hati orang-orang beriman pada hari kiamat kelak. ALLAH SWT berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan “Tuhan kami ialah ALLAH” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan), “Janganlah kamu merasakan takut dan janganlah kamu merasa sedih, dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan ALLAH kepadamu.” (Q.S: Fushilat 30) - Beribadah dan tidak melakukan kemaksiatan
Mereka diberi fitrah oleh ALLAH untuk selalu taat sehingga tidak mempunyai potensi untuk melakukan maksiat. Mereka adalah mahkluk yang ma’sum, terjaga dari perbuatan dosa dan maksiat. <Dalil ada di atas> - Menjunjung Arsy
Jumlah malaikat yang bertugas menjunjung Arsy ini telah kita ketahui bersama. Mereka ditugaskan ALLAH untuk membawa Arsy dengan selalu bertasbih kepada Rabb mereka sepanjang mana yang telah difirmankan-Nya. “Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan malaikat menjunjung Arsy Tuhanmu di atas (kepala) mereka.” (Q.S: Al Haqqah 17). Juga firman-Nya dalam ayat yang lain: “(Malaikat-malaikat) yang memikul Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya.” (Q.S: Ghafir 7). Diriwayatkan dari Hakim bin Hazam, ia berkata bahwa pada suatu ketika Rasulullah SAW berada di tengah-tengah sahabat, lalu beliau bertanya kepada mereka, “Apakah kamu mendengar apa yang aku dengar?” “Kami tidak mendengar sesuatu apapun!” jawab para sahabat. “Sesungguhnya aku mendengar suara langit dan tidak mengapa jika langit bersuara karena tidak ada tempat sejengkal pun di dalamnya melainkan di atasnya ada seorang malaikat yang sujud beribadah.” (hadist ini shahih atas syarat Muslim). - Menjaga neraka
Di antara malaikat ada sebagian yang ditunjuk oleh ALLAH untuk mengatur semua urusan neraka jahanam. ALLAH SWT mendeskripsikan keadaan penghuni neraka, dengan firman-Nya, “Mereka berseru, “Hai Malik, biarlah Tuhanmu membunuh kami saja.” Dia menjawab, “Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini). Sesungguhnya kami benar-benar telah membawa kebenaran kepada kamu tetapi kebanyakan di antara kamu benci pada kebenaran itu.” (Q.S: Az Zukhruf 77-78). ALLAH Azza wa Jalla menyebutkan jumlah bala tentara yang bertugas menjaga neraka, dalam firman-Nya, “(Neraka Saqar) adalah pembakar kulit manusia. Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga). Dan tiada Kami jadikan penjaga nereka itu melainkan malaikat.” (Q.S: Al Mudatsir 29-31).




November 13th, 2008 at 1:54 am
subhanallah..! artikel yang bagus sekali, pak Dedy!