Para Dulur,
Disebutkan dalam kamus Mukhtar Al Shahah bahwa kata syaithan (setan), yaitu setiap orang angkuh dan pembangkang, baik dari kalangan manusia, jin maupun binatang melata. Ada dua pendapat berkenaan dengan kata syaitan ini. Pertama, kata syaitan diambil dari kata syaithaana yang berarti jauh dari kebenaran atau rahmat ALLAH. Kedua, kebalikan dari pendapat pertama, yakni bahwa kata syaithan berasal dari kata syatha yashithu yang berarti lenyap atau terbakar. Karena, setan sejak awal telah bertekad membisiki hati manusia, menggoda dengan segala kesenangan nafsu jahat. Jadi, setiap manusia mempunyai teman dari setan kecuali orang yang dijaga oleh ALLAH.
Aisyah r.a., isteri Nabi SAW telah bercerita bahwa pada suatu malam hari Rasulullah SAW keluar dari rumah Aisyah. Sepeninggalan suaminya, muncullah perasaan cemburunya. Tiba-tiba beliau datang melihat apa yang dikerjakannya, seraya bersabda,
“Kenapa kamu cemburu, wahai Aisyah?”
“Kenapa saya tidak cemburu kepada engkau?” jawab Aisyah.
“Apakah setanmu datang kepadamu?” tanya Nabi SAW.
“Wahai Rasulullah, apakah bersamaku ada setan?”
“Ya”, jawab Nabi.
“Apakah setiap orang ditemani oleh setan?” tanya Aisyah.
“Ya”, jawab beliau.
“Dan apakah engkau juga ditemani setan, wahai Rasulullah?” tanya Aisyah lagi.
“Ya, tetapi aku telah dibantu Rabbku untuk untuk mengalahkan dia sehingga aku bisa lolos darinya.” jawab beliau. (HR Muslim)
Imam Qurtubi mengatakan bahwa para ulama berbeda pendapat mengenai asal muasal jin. Diriwayatkan oleh Ismail Hasan Basri bahwa jin adalah keturunan iblis, sedangkan manusia adalah keturunan Adam. Diantara jin dan manusia ada yang beriman dan kafir. Mereka sama-sama berserikat dalam hal pahala dan siksa. Siapapun diantara mereka yang beriman berarti wali (kekasih) ALLAH SWT, dan siapapun yang kafir berarti dia adalah setan.
Diriwayatkan oleh Dhahak dari Ibnu Abbas, katanya, “Sesungguhnya jin itu adalah keturunan bangsa jin itu sendiri. Mereka bukan berasal dari bangsa setan. Mereka dapat mati. Diantara mereka ada yang beriman dan ada pula yang kafir. Sedangkan setan adalah keturunan iblis, mereka tidak bisa mati kecuali bersama dengan iblis. Telah diriwayatkan bahwa setiap manusia pasti ditemani oleh setan.”
Setan bisa melaksanakan misinya dengan baik terhadap manusia, bukan karena setan itu kuat. Ia dapat memainkan peranan seperti itu karena dapat melihat manusia sedangkan manusia tidak mampu melihatnya. Dengan itulah dia dapat menempuh semua jalan tipu daya untuk membisikkan keraguan ke dalam batin manusia, merayunya dengan iming-iming kesenangan nafsu, menggodanya dan memoles sesuatu yang jelek menjadi baik (tazyin) terhadap diri manusia, sebagaimana difirmankan ALLAH SWT:
“Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka.” (Al A’raf 27)
MEMPERSIAPKAN PERSENJATAAN KITA UNTUK MELAWAN SYAITHAN
- Membaca basmalah setiap hendak memulai suatu pekerjaan
- Memperbanyak dzikir dan istighfar
- Memperbanyak membaca Laa ilaaha illa antassubhanaka inni kuntu minazh zhalimin
- Tidak tidur seorang diri dan tidak pula tidur di tempat yang tidak suci
- Berusaha keras untuk membaca do’a di waktu pagi dan petang
- Bersiwak (bersikat gigi) karena ia dapat mendekatkan malaikat
- Menjaga shalat berjamaah
- Berwudhu sebelum tidur, membaca ayat kursi, dan mu’awwidatain (surat Al Falaq dan An Naas)
- Tidak mendengarkan musik dan lagu-lagu porno
- Menutup aurat dalam berpakaian dan tidak memakai wangi-wangian yang menyengat di luar rumah bagi muslimah
- Berlindung kepada ALLAH dan membaca Al Qur’an
- Membaca istiadzah ketika masuk kamar kecil (WC)
- Memperbanyak shalawat kepada Nabi SAW
- Banyak bertaubat dan beristighfar
- Membaca tiga belas ayat dari surat Ghafir (Mukmin) dan tiga ayat terakhir dari surat Al Baqarah
- Membaca surat Yaasin setiap pagi
- Tidak menunda mandi besar karena haidh, nifas, atau janabat kecuali karena suatu uzur
- Berbekal dengan ilmu sebagai benteng pertahanan yang kokoh
PINTU UNTUK SYAITHAN
Selain mengetahui senjata mukmin untuk menghadapi para setan, perlu juga kita mengetahui pintu-pintu yang dapat dimasuki setan. Berikut adalah beberapa pintu yang menyebankan masuknya setan ke dalam jiwa manusia.
- Kebodohan
- Marah, karena ia merupakan bara api. Kemarahan menjadi pintu bagi setan untuk memasukkan keraguan ke dalam hati manusia
- Cinta dunia, sebagai awal segala kejahatan
- Angan-angan yang panjang, karena ia dapat membuat hati keras dan tertipu dengan kesengan duniawi
- Ambisi (rakus), karena ia dapat mendatangkan ke ketamakan dan menyebarkan keserakahan
- Bakhil, karena ia merupakan palang pintu kehancuran
- Sombong, karena ia membuat seseorang enggan beribadah dan dapat menyebabkan seseorang mengingkari nikmat ALLAH
- Senang pujian, karena ia merupakan pintu ujub (bangga diri)
- Riya’ (pamer), karena ia merupakan pangkal kemunafikan
- Bangga diri (ujub) dan congkak
- Gelisah dan mengeluh, karena ia merupakan tanda iman yang lemah
- Memperturutkan hawa nafsu, karena ia akan menuntun ketundukan kepada syahwat
- Berprasangka buruk, karena ia dapat menyebabkan putusnya hubungan dan membangun semua persoalan atas dasar yang lemah
- Melecehkan orang lain, karena ia merupakan ladang tumbuhnya rasa dendam kesumat dan rasa benci
- Menyepelekan dosa, karena ia akan menghantarkan manusia untuk terus-menerus melakukan perbuatan dosa, padahal terus-menerus melakukan dosa kecil dianggap termasuk dosa-dosa besar
- Merasa aman dari makar ALLAH, yang ALLAH limpahkan kepada seseorang yang mempunyai pemikiran yang picik dan tidak memiliki kepedulian
- Putus asa dari rahmat ALLAH, ini merupakan bencana terbesar yang menyebabkan seseorang terus-menerus mengerjakan kemaksiatan kepada ALLAH sehingga bumi yang luas ini terasa sempit baginya.
Wallahu’alam, semoga bermanfaat untuk menambah khasanah pengetahuan kita.
sumber:
Buyutan Laa Tadkhuluha Asy-Syayathin karya Muhammad Ash Shayyim diterjemahkan oleh Ghazali Mukri dengan judul Rumah Penuh Cahaya, Penerbit Izzan Pustaka, Cetakan ketiga: Juni 2002




November 8th, 2008 at 4:20 pm
komen dulu baru baca..,,,.
November 9th, 2008 at 11:53 pm
Assalamu’alaikum, Pak Dedy…waaah dah mulai semangat ngeblog lagi kyknya ya!
(ga kyk sy yg mualesss…he..he..) btw, lg seneng posting syaitan critanya nih ya?
kalo blh sy sarankan, untuk tips2 persenjataan melawan syaitan itu, lbh baik lagi jika dicantumkan sanad2 haditsnya, krn ini sangat rawan, krn banyak hadits2 yg dhoif (lemah) bahkan maudhu’ (palsu)..krn jika kita mengamalkan hadits2 yg lemah ataupun palsu akan tertolak, bahkan bisa dikatakan bid’ah (kesesatan) yg tempatnya adalah neraka..wallahu ‘alam bishawab..wassalamu’alaikum..:D
November 10th, 2008 at 8:26 am
[...] Dulur, Jika pada dua tulisan terdahulu (mengenal dunia jin dan mempersiapkan persenjataan melawan syaitan) kita dikenalkan sebagian dari dunia ghaib yang harus kita percaya, maka pada tulisan ketiga ini [...]