Dari buku Rumah Penuh Cahaya, karya Muhammad Ash-Shayyim. Penerbit Izzan Pustaka
Jin adalah makhluk yang diciptakan Allah SWT dari api. Mereka hidup dengan bentuk yang bermacam-macam. Mereka makan, minum, kawin, dan berketurunan. Mereka bisa melihat manusia tetapi pandangan manusia tidak dapat menjangkaunya. Di antara mereka ada yang beriman dan ada pula yang kafir. Jin kafir lazim disebut setan.
Allah SWT berfirman, “Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.” (Al Hijr 27). “Dan Dia menciptakan dari nyala api.” (Ar Rahman 15).
Diriwayatkan dari Aisyah r.a., ia berkata bahwa Rasulullah SAW telah bersabda, “Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari api, sedangkan manusia diciptakan dari apa yang disifatkan untuk kamu yaitu tanah.” (HR Muslim dalam kitab Al-Jami’ Al-Shaghir).
Macam-Macam Jin
Sebagaimana manusia, jin pun bermacam-macam jenisnya. Ada segolongan jin yang baik dan ada pula yang jahat. Diriwayatkan dari Abu Darda’, bahwa Rasulullah SAW telah bersabda, “Allah SWT menciptakan jin itu tiga macam yaitu segolongan bagaikan ular, kalajengking dan serangga, segolongan lainnya bagaikan angin yang berada di udara, dan segolongan mereka akan mendapat penghisapan dan siksaan. Sedangkan manusia pada tiga macam yaitu segolongan seperti binatang, segolongan lagi jasad mereka bagaikan jasad manusia sedangkan ruh mereka seperti ruh setan, dan segolongan yang lain berada dalam naungan Allah SWT pada hari tidak ada naungan kecuali hanya naungan-Nya.” (HR Ibnu Abi Dunya dalam kitab Makayid Asy Syaithan, dan Tirmidzi dalam kitab Nawadir Al Ushul).
Diriwayatkan dari Abu Tsa’labah Al Khasyani, bahwa Rasulullah SAW telah bersabda, “Jin itu ada tiga jenis yaitu segolongan mereka mempunyai sayap yang digunakan untuk terbang ke udara, segolongan bagaikan ular dan anjing, dan segolongan yang lain bisa diam dan pergi.” (HR Tirmidzi, Tabrani, Baihaqi dalam kitab Al Asma dan Al-Shifat).
Oleh karena itu, hendaklah setiap orang berhati-hati dalam berinteraksi dengan binatang terutama diwaktu gelap gulita, karena disaat itu jin dan setan tengah bertebaran dan bergerak ke segala arah.
Diriwayatkan dari Abu Qilabah dari Nabi SAW, bahwa Beliau bersabda, “Seandainya anjing itu bukan merupakan umat niscaya aku perintahkan untuk membunuhnya, akan tetapi aku khawatir membasmi umat. Karenanya, bunuhlah diantara mereka yang berwana hitam pekat, karena itu adalah jin atau sebangsa jin.” (HR Muslim dalam shahihnya, Tirmidzi dalam sunannya, Abu Dawud dalam sunannya dan Nasai dalam kitab Al Shayyid).
Wallahu a’lam.
sumber gambar: http://prabuindahdutakencana-bintangku.blogspot.com




November 7th, 2008 at 1:10 pm
Woi… Jang… Nyari tulisan yang dak bikin merinding be oi…. Atut kami ni…
November 8th, 2008 at 1:59 am
assalamu’alaikum, Pak Dedy! huwaaaa…sy pdhl dah smpt komen di benakat.com reborn, jadi ilang deeeh..! he..he..gpp jg seeh..demi keutuhan website benakat.com tercintah inih ya Pak! Btw, nice posting about jin Pak! krn kt wajib iman pd yg ghaib, termasuk jin jg..tp haram hukumnya berinteraksi dg mrk..smg sukses selalu & salam utk keluarga
November 8th, 2008 at 9:52 am
ogahh ahh kenalan sama Jin
November 8th, 2008 at 11:51 am
@Wahyu
Maksud hati, tulisan ini dapat berguna agar kita tidak terkecoh oleh jebakan-jebakan maut Sang Jin kafir, bukan untuk menakut-nakuti para sanak saudara. Salam kenal Lur!
@Bunda Defi
.
Wa’alaikumussalam, Bunda. Selama 1 bulan saya tidak mendunia maya, tak disangka Benakat.com harus “koma”. Sehingga jika Bunda mampir selama kurun waktu tersebut yang ada hanya posting “Benakat Reborn” sedangkan tulisan lainnya lenyap tak berbekas. Alhamdulillah saya masih diberi kesempatan untuk mengembalikan tapak tilas Benakat.com ini. Terima kasih Bunda, salam untuk keluarga di sana, maaf ya saya belum sempat OL di YM, karena sedang alih profesi
@Ranny
Dindo Ranny, ngapo nian nak kenalan samo para Jin, samo Mang Dedh be lah cukup. Tulisan ini cumo nak ngingetke kito be bahwa manusio idak dewek’an di dunia fana ini (termasuk di dunio maya kali yah), sehingga harus waspada samo mahkluk Allah yang sikok itu karena pacak ngotain kito tapi kito idak kejingoan. Salam untuk keluargo yo.